A. kemungkinan untuk memperoleh hasil pemecahan terbaik (Dewi, 2009).

A.    Keterampilan
Proses Sains

Jack (2013) menyatakan bahwa keterampilan
proses merupakan sesuatu yang dasar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi
harus dimiliki oleh siswa. Keterampilan proses terdapat 2 bagian yaitu pertama
keterampilan proses dasar yang terdiri dari aspek mengamati, mengukur,
mengklasifikasi, memprediksi dan mengkomunikasi (Gürses, et al., 2015). Kedua yaitu keterampilan proses  terintegrasi yang terdiri dari menginterpretasi
data, menentukan hipotesis, mengidentifikasi variabel, mendefinisikan varibel
secara operasional, membuat prosedur eksperimen, dan melaksanakan eksperimen (Aydinli,
et al., 2011). Menurut Jack (2013) menyatakan bahwa keterampilan proses dasar digunakan
dalam ilmu pengetahuan dan non-ilmu
pengetahuan, sedangkan keterampilan proses terintegrasi merupakan tindakan yang
dilakukan oleh  ilmuwan dengan
menggunakan teknologi. Berdasarkan 2 keterampilan proses tersebut dapat
disimpulkan aspek keterampilan proses sains terdiri dari mengamati, mengajukan
pertanyaan, hipotesis, merencanakan eksperimen, melaksanakan eksperimen, pengunaan
alat, mengklasifikasikan, menafsirkan (interpretasi), meramalkan (prediksi), menerapkan
konsep, komunikasi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Aspek keterampilan proses sains tersebut
dapat pula disebut sebagai metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan sarana untuk
mengenali suatu masalah, mencari kemungkinan solusi untuk memecahkannya, dan melakukan/membuktikan
setiap kemungkinan untuk memperoleh hasil pemecahan terbaik (Dewi, 2009). Keterampilan
proses sains merupakan dasar dari pemikiran ilmiah dan penelitian (Mutlu &
Temiz, 2015). Siswa dalam proses pembelajaran diberikan kegiatan ilmiah yaitu
kegiatan penelitian yang membutuhkan keterampilan proses sains untuk
melaksanakannya. Keterampilan proses sains yang dimiliki siswa masih perlu
dilatih dan dikembangkan. Melatih keterampilan proses sains kepada siswa yaitu
dengan kegiatan eksperimen. Siswa melakukan sendiri secara berkelompok dengan
memanfaatkan beberapa indera yang dimiliki dan dibutuhkan, sehingga informasi
yang diperoleh akan tersimpan dalam memori jangka panjang. Mengembangkan
keterampilan proses sains yang telah dimiliki, siswa dapat mengembangkan sediri
melalui sebuah fakta.

Beberapa keterampilan proses sains dan
indikator, yaitu :

Tabel 2.3.
Keterampilan Proses Sains dan Indikatornya

No.

Keterampilan Proses Sains

Indikator

1.     
 

Mengamati

–         
Mengumpulkan
informasi mengenai fenomena atau kejadian unik dengan menggunakan satu atau
dua indera
–         
Mencocokkan
fenomena atau kejadian unik dengan fakta tertentu
–         
Mengidentifikasi
fenomena atau kejadian unik

2.     
 

Mengklasifikasi

–         
Mengidentifikasi
fenomena atau kejadian unik untuk diklasifikasikan
–         
Mengelompokkan
berdasarkan sifat/persamaan/ perbedaan/ kriteria/ sifat yang dapat diamati
–         
Mengklasifikasikan
fenomena atau kejadian unik dalam bentuk tabel atau yang lainnya

3.     
 

Menafsirkan
(interpretasi)

–         
Menghubungkan
hasil-hasil pengamatan dengan teori yang sudah ada
–         
Menyimpulkan

4.     
 

Meramalkan
(prediksi)

–         
Menggunakan
pola-pola untuk menentukan urutan proses tindakan yang akan dilaksanakan
–         
Menyatakan
sesuatu yang didasari oleh pengalaman sebelumnya atau data yang dapat
dipercaya, yang belum mungkin terjadi dan belum dilakukan pengamatan

5.     
 

Mengajukan
pertanyaan

–         
Bertanya
untuk dijawab melalui kegiatan eksperimen
–         
Mengajukan
pertanyaan berdasarkan masalah yang diberikan

6.     
 

Hipotesis

–         
Menyatakan
hasil eksperimen yang diharapkan
–         
Mengetahui
bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari suatu kejadian

7.     
 

Merencanakan
eksperimen

–         
Menentukan
alat/bahan/sumber yang digunakan
–         
Menentukan
variabel/faktor penentu
–         
Menentukan
apa yang akan diukur, diamati, dicatat
–         
Menentukan
apa yang dilaksanakan berupa langkah kerja

8.     
 

Menggunakan
alat/bahan

–         
Menggunakan
alat/bahan yang diperlukan
–         
Mengetahui
alasan mengapa menggunakan alat/bahan
–         
Mengetahui
bagaimana menggunakan alat/bahan

9.     
 

Menerapkan
konsep

–         
Menerapkan
konsep yang telah dipelajari pada hal baru

10.   

Berkomunikasi

–         
Menyajikan
informasi dengan diskusi dalam bentuk grafik, tabel atau grafik.

11.   

Melaksanakan
Eksperimen

–         
Memilih
pola yang sesuai untuk menguji hipotesis melalui penyelidikan
–         
Mengetahui
keterbatasan alat/bahan yang digunakan dalam ekperimen
–         
Menggunakan
prosedur untuk melaksanakan kegiatan eksperimen yang aman

(Sheeba, 2013)

 

Penerapan keterampilan proses sains
membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran, sikap dan nilai yang diminta
oleh guru. Oleh karena itu, tujuan dari penerapan keterampilan proses sains
meliputi :

1.      Memperoleh pengertian yang tepat
tentang pengetahuan yang diinginkan.

2.      Memperoleh kesempatan belajar untuk
mendapatkan ilmu pengetahuan.

3.      Memperoleh kesempatan belajar melalui proses
memperoleh dan mendapatkan ilmu pengetahuan.

Penggunaan keterampilan proses sains yaitu
indikator penting untuk membagi pengetahuan yang diperlukan untuk memecahkan
masalah (Jack, 2013).

Dari uraian diatas, dapat dinyatakan
bahwa keterampilan proses sains dapat membantu siswa agar lebih mudah dalam
memecahkan masalah sehingga siswa menerima dan memperoleh informasi melalui
eksperimen. Penelitian ini keterampilan proses sains yang digunakan yaitu mengidentifikasi menentukan  hipotesis, mengidentifikasi variabel,
mengklasifikasi/mengumpulkan data, menafsirkan/menginterpretasi data, dan
mengkomunikasi.

 

B.     Hubungan
Model Pembelajaran Inkuiri Terstruktur dengan Keterampilan Proses Sains

Model pembelajaran inkuiri terstruktur
dengan keterampilan proses sains mempunyai hubungan yang saling
berkesinambungan. Model pembelajaran inkuiri terstruktur menekankan pada siswa untuk
memperoleh sendiri informasi yang diinginkan atau yang dituju melalui kegiatan
eksperimen yang dituntun oleh guru dengan diberikannya suatu permasalahan. Sintaks
model pembelajaran inkuiri terstruktur merupakan pengembangan dari metode
ilmiah (Hartati, et al., 2015). Keterampilan proses sains merupakan metode
ilmiah yang didalamnya melatihkan langkah-langkah untuk menemukan sesuatu
melalui eksperimen (Sartika, 2015). Hal ini menyatakan bahwa model pembelajaran
inkuiri terstruktur dan keterampilan proses sains mempunyai kesinambungan dalam
membantu siswa menemukan informasi melalui kegiatan eksperimen yang dapat
ditabelkan sebagai berikut :

Tabel 2.4.
Hubungan model pembelajaran inkuiri terstruktur dengan keterampilan proses
sains

Fase

Keterampilan Proses Sains

Mengeksplorasi
Fenomena
(Exploring a phenomenon)

Mengamati

Fokus
pada sebuah pertanyaan
(Focusing on a question)

Mengajukan pertanyaan

Merencanakan
kegiatan penyelidikan
(Planning the investigation)

–         
Berhipotesis
–         
Menentukan
variabel
–         
Merencanakan
desain eksperimen.

Melaksanakan
penyelidikan
(Conducting the investigation)

–         
Mengklasifikasi
–         
Menggunakan
alat/bahan

Menganalisis
data hasil pengamatan
(Analyzing the data and evidence)

–         
Menafsirkan

Membangun
pengetahuan baru
(Constructing new knowledge)

Menerapkan konsep

Mengkomunikasikan
pengetahuan baru
(Communicating new knowledge)

Mengkomunikasi